.

Data dan Analitik bagi Bisnis di Indonesia

January 19, 2021

Data dan Analitik bagi Bisnis di Indonesia

Sebagai orang Indonesia, anda pasti sudah tahu kalau pasar internet di Indonesia itu sangat besar. Indonesia adalah "pasar E-Commerce terbesar dan paling cepat berkembang di Asia Tenggara" dengan pasar E-Commerce sebesar US$12 miliar pada tahun 2018 dan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 94% dari tahun 2015 sampai 2018. Internet berperan penting dalam rutinitas sehari-hari banyak orang Indonesia, baik di kota-kota besar maupun kecil.


Dikutip dari: https://sea.mashable.com/tech/7695/these-are-the-e-commerce-platforms-dominating-southeast-asia-currently

Banyak orang memakai jasa online untuk membeli barang-barang rumah tangga atau elektronik, menonton tutorial kecantikan, bermain game, mendapatkan konsultasi online dengan dokter bersertifikat, dan melakukan penelitian tentang opsi pinjaman pribadi. Saat penduduk merasa gerah karena kemacetan lalu lintas, aplikasi-aplikasi seperti Gojek dapat dapat dipakai untuk memesan pengiriman makanan, mengirim paket ke rumah teman yang tinggal 10 km jauhnya dan memesan ojek supaya dapat menyelinap barisan-barisan mobil di tengah  kemacetan. Dengan pertumbuhan pasar e-commerce dan peningkatan pembayaran digital yang pesat, Indonesia dapat bertransformasi menjadi negara non-tunai atau cashless.

Pada tahun 2020, 37% dari konsumen-konsumen layanan digital di Indonesia masih baru dengan layanan digital, akibat dari kebijakan karantina selama pandemi COVID-19. Berdasarkan riset, 93% konsumen baru tersebut berniat untuk terus menggunakan layanan digital ke depannya (sumber).


Riset menunjukkan bahwa pengguna online di Indonesia menginginkan teknologi digital yang cepat dan lancar. Contohnya, 53% orang Indonesia akan meninggalkan situs website jika pemuatan laman nya kurang dari 3 detik. Pembeli online juga menunjukkan rasa ingin tahu dan permintaan yang tinggi. Misalnya, penelusuran tentang "pengiriman cepat" terus meningkat 1,4 kali dan "promo" 2,5 kali (sumber).

Tingginya permintaan konsumen untuk pengalaman online yang dipersonalisasi dan mulus sebaiknya jangan dianggap enteng. Karenanya, 97% eksekutif-eksekutif di Indonesia setuju tentang "pentingnya hubungan antara teknologi dan pengalaman pengguna". Tapi bagaimana bisnis online bisa mengetahui apakah pengalaman pengguna atau "user experience" dari suatu website atau aplikasi sudah cukup baik bagi konsumen? Bagaimana Anda bisa tahu apakah kecepatan atau fitur tertentu di website Anda menyebabkan gangguan dan membuat pengunjung meninggalkan situs web Anda? Dengan alat "analytics", Anda dapat mendapatkan informasi terperinci. Contohnya hal-hal seperti bagaimana caranya pengunjung tiba di situs web atau aplikasi Anda, keberadaan lokasi pengguna, dan perilaku pengunjung di web atau aplikasi Anda.

Apa itu analitik?

Analitik melibatkan pencarian pola data yang bermakna dengan tujuan untuk mengambil keputusan bisnis yang efektif. Analitik membantu bisnis dalam memahami demografi dan perilaku pengunjung web / aplikasi. Dengan informasi tersebut, bisnis dapat menargetkan iklan online ke audiens yang diinginkan dan melakukan pengembangan UI / UX. Alat analitik seperti Google Analytics dapat membantu proses pengumpulan data dan pekerjaan tersebut dengan cepat.

Google Analytics

Google Analytics (GA) adalah layanan analisis web yang dapat melacak "traffic", laba atas investasi (ROI) iklan, dan keseluruhan kinerja situs web / aplikasi Anda. GA menawarkan detail tentang pengunjung web / aplikasi Anda seperti jumlah kunjungan dalam periode waktu tertentu, waktu rata-rata yang dihabiskan pengguna selama di situs web Anda, dan perangkat yang digunakan pengguna ketika mengunjungi online platform Anda. Anda bisa mendapatkan lebih banyak detail dari GA, kecuali informasi identitas pribadi para pengguna Anda.

Gambar: https://neilpatel.com/blog/google-analytics-dashboards/

Pada tahun 2020, GA digunakan oleh lebih dari 29 juta orang, bisnis kecil, dan perusahaan besar di seluruh dunia. Di antara pengguna GA tersebut adalah klien kami yang memiliki kehadiran online yang kuat di Indonesia.

Alat GA membutuhkan penyiapan dan pemeliharaan yang tepat agar dapat memberikan informasi sesuai dengan kebutuhan bisnis. Jika dimanfaatkan dengan benar, GA dapat membantu menjawab pertanyaan bisnis dan pemasaran Anda seperti:

  • Siapa pelanggan online saya?
  • Apa yang mereka lakukan di platform saya?
  • Berapa pendapatan yang dihasilkan e-commerce saya?
  • Apakah iklan penelusuran berbayar saya menghasilkan konversi atau membawakan hasil? Atau haruskah saya tetap berpegang pada SEO yang tidak memungut biaya?

Pengalaman Sparkline dengan bisnis Indonesia

Sejak dibentuk pada tahun 2013, Sparkline memberdayakan perusahaan-perusahaan internasional untuk mengembangkan metode dan pemakaian perangkat analitik online. Sparkline berlokasi di Singapura dan terdiri dari berbagai tim ahli yang dapat berbicara bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Mandarin, dan lainnya. Indonesia jelas bukan budaya baru bagi Sparkline karena kami telah lama bekerja sama dengan beberapa perusahaan e-commerce dan media di Indonesia dalam mengembangkan strategi alat dan metodologi analitik yang dapat memenuhi tujuan bisnis mereka.

Pengalaman terbaru kami yaitu ketika kami bekerja dengan perusahaan berita Indonesia yang ingin mendapatkan wawasan tentang para pengguna aplikasi Android-nya. Kami membantu mengimplementasikan analitik Firebase di aplikasi Android tersebut dan menautkan aplikasi tersebut ke GA.  Oleh karena itu, klien kami dapat menganalisa pengguna dan pada akhirnya meningkatkan aktivitas pengguna, retensi pengguna, dan rasio pengisian iklan.

Gambar: Google Analytics untuk Firebase, dari https://firebase.google.com/products/analytics

Selama "Hygiene Project" itu, kami juga membantu tim analisis klien kami dalam menentukan KPI pemasaran dan Peristiwa (Events) serta Properti Pengguna (User Properties) yang dapat dilacak. Kami juga bekerja sangat dekat dengan para app developer klien kami dalam mengimplementasikan kode analitik di aplikasi.

Peristiwa-peristiwa (Events) seperti kunjungan halaman, kedalaman gulir (scroll) halaman, dan penebusan kupon dapat dilacak. Kami membantu klien kami mengidentifikasi setiap pengguna dengan ID Pengguna (User ID) yang berbeda untuk setiap pengguna. Oleh karena itu, klien kami dapat menganalisis dan mengelompokkan pengguna berdasarkan perilaku-perilaku para pengguna. Contohnya seperti seberapa sering pengguna mengunjungi aplikasi, seberapa sering pengguna berinteraksi dengan aplikasi, dan di waktu kapan mereka melakukan aktivitas pembelian di aplikasi. Jika disiapkan dan dieksekusikan dengan benar, pengayaan data dan pekerjaan analisis ini akan membantu mengidentifikasi masalah dan pada akhirnya memberdayakan klien kami sesuai dengan tujuan bisnis mereka.

Gambar: "Behavioural Segmentation" adalah salah satu dari banyak jenis tipe analisis yang dapat dilakukan setelah penyelesaian "Hygiene Project" https://clevertap.com/blog/behavioral-segmentation/